Kesulitan dan Kendala Kerja di negara jepangLowongan kerja|tki ex magang jepang|resmi non imm|terbaru 2016


  kiri
titik tengah  CARI BARANG
banner kanan
---
  banner kiri
titik  MENU
banner kanan
  banner kiri
titik  ATURAN
banner kanan
---
  banner kiri
titik  LOGIN
banner kanan
Username
Password
 
---
  banner kiri
titik  CUSTOMER SERVICE
banner kanan
Yahoo Messenger:
Customer Services dagangku.comCustomer Services
  banner kiri
titik  BANNER
banner kanan

Video Shooting jakarta

Program Magang Jepang
User: Guest | Anda Belum Login
| Diposting oleh Admin | Dibaca 1814 kali dari website: Dagangku.com

Kesulitan dan Kendala Kerja di negara jepang

5star
Kesulitan dan Kendala Kerja di negara jepang

Kesulitan dan Kendala Kerja di negara jepang

Kesulitan dan Kendala

Pekerjaan dan lowongan di negara tersebut memang sangat menggiurkan, tersedia dalam jumlah yang melimpah dan juga dengan gaji yang sangat tinggi yaitu sekitar 750 yen (Rp 75.000) per jam. Terlebih lagi untuk pekerja pabrik dan pekerjaan kasar lainnya sepertinya selalu membutuhkan tenaga dalam jumlah besar.

Namun begitu hal itu bukan berarti untuk mendapatkan pekerjaan di negara tersebut adalah mudah terlebih untuk orang asing. Setelah menulis bagian manis tentang kerja di luar negeri, sekarang tiba saatnya saya membahas berbagai kesulitan dan kendalanya. Adapaun sejumlah hambatan yang mungkin ada adalah sebagai berikut :

Aturan Visa

Kesulitan dan Kendala Kerja di negara jepang

Pekerjaan dan lowongan di negara tersebut memang sangat menggiurkan, tersedia dalam jumlah yang melimpah dan juga dengan gaji yang sangat tinggi yaitu sekitar 750 yen (Rp 75.000) per jam. Terlebih lagi untuk pekerja pabrik dan pekerjaan kasar lainnya sepertinya selalu membutuhkan tenaga dalam jumlah besar.

Namun begitu hal itu bukan berarti untuk mendapatkan pekerjaan di negara tersebut adalah mudah terlebih untuk orang asing. Setelah menulis bagian manis tentang kerja di luar negeri, sekarang tiba saatnya saya membahas berbagai kesulitan dan kendalanya. Adapaun sejumlah hambatan yang mungkin ada adalah sebagai berikut :

Aturan Visa

Jepang bukanlah bagian dari Indonesia. Tentu saja, semua orang juga pasti tahu, namun walau begitu banyak calon pekerja yang kurang paham akan hal ini.

Untuk memasuki negara tersebut, jelas Anda memerlukan surat ijin yang namanya Visa. Karena Anda datang ke negara tersebut untuk tujuan bekerja, tentu saja visa yang harus anda apply atau butuhkan di keduataan Jepang adalah visa kerja. Adapun syaratnya adalah dengan melampirkan surat keterangan dari perusahaan tempat Anda bekarja di Jepang. Lho, bingung ? Penjelasan yang lebih mudah : visa kerja bukan untuk tujuan mencari kerja tapi hanya untuk mereka yang sudah (diterima) bekerja.

Mungkin menjadi pertanyaan membingungkan pada sejumlah calon pekerja : "Bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan kalau kita tidak memiliki visa kerja ?" "Bagaimana caranya memasukkan lamaran kalau kita tidak diberikan kesempatan memasuki negara tersebut ?" Nah, disinilah letak dari kesulitan atau ganjalan pertama untuk bekerja di luar negeri.

Kesulitan ini membuat cukup banyak orang yang memanfaatkan jalur lain seperti menggunakan visa wisata yang bisa didapatkan dengan lebih mudah, untuk tujuan bekerja. Tentu saja cara ini adalah illegal. Yang jelas cara ini juga tidaklah mudah atau setidaknya memerlukan koneksi atau bahkan mafia. Jadi tanpa koneksi ataupun kenalan sebelumnya tiba tiba didatangi oleh orang asing minta kerja, tentu siapapun akan berpikir seribu kali untuk menerimanya. Harap diingat, status anda adalah orang asing, jadi bayangkanlah kalau dalam situasi yang sama, toko atau perusaan anda tiba tiba mendapat surat lamaran dari pekerja warga asing. Pasti bingung khan ?!

Terganjal aturan hukum

Secara umum hampir bisa dikatakan bahwa aturan tenaga kerja di negara Jepang (berlaku juga di negara lain termasuk Indonesia) adalah sama sekali tidak mengijinkan tenaga kerja non skill untuk bekerja di negara tersebut. Jadi tanpa keahlian khusus, bekerja di negara Jepang adalah tidak mungkin. Apa yang dimaksud dengan keahlian khusus ? Keahlian yang tidak dimiliki atau tidak bisa dipenuhi oleh orang lokal.

Perkecualian untuk tenaga magang

Dari namanya sebetulnya sudah sangat jelas yaitu magang atau training, jadi mereka bukanlah datang untuk bekerja namun untuk mempelajari keahlian baru untuk nantinya bisa dipraktekkan di negara asalnya. Pekerja magang juga tidak menerima gaji sama sekali, tapi hanya menerima uang saku yang kalau dirupiahkan nilainya akan menjadi setara dengan gaji. Masa belajar ini memiliki masa waktu yaitu maksimal 3 tahun dan tidak bisa diperpanjang, jadi kalau masa magang habis, mau tidak mau mereka harus pulang ke tanah air.

Perkecualian untuk tenaga perawat

Tenaga perawat yang dikirim ke negara tersebut juga merupakan perkecualian. Kebijakan ini ditempuh karena kondisi yang sangat mendesak yaitu kurangnya tenaga kerja di bidang tersebut, jumlah penduduk usia tua yang sangat besar dan tidak sebanding dengan angka kelahiran atau angkatan usia kerja. Sistem kerjanya sepertinya sangat mirip dengan tenaga magang yaitu hanya sebatas 3 tahun saja. Namun memiliki satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh pekerja magang yaitu bisa diperpanjang atau berubah status menjadi pekerja tetap kalau mampu lulus ujian negara keperawatan di negara tersebut. Usaha yang tidak mudah tentu saja karena dari sekian banyak tenaga perawat Indonesia yang sudah mencoba hanya 2 atau 3 orang saja yang mampu lulus.

Diskriminasi dan kendala status sebagai orang asing

Status sebagai orang asing di satu sisi kadang menguntungkan, namun di sisi lain apalagi dalam hal pekerjaan adalah sangat merugikan. Terlebih lagi karena berstatus tenaga kerja dari Asia, yang umumnya identik dengan kualitas dan skill yang rendah. Jangankan untuk pekerjaan permanent, untuk jenis pekerjaan paruh waktu-pun bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Secara hukum, diskriminasi menurut asal negara, antar orang Jepang dan orang asing adalah dilarang di negara tersebut. Dengan visa yang sah, orang asing juga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan di negara tersebut. Namun bagaimana dengan kenyataan di lapangan ? Tentu saja diskriminasi sama sekali tidak bisa dihindari. Apakah berarti orang Jepang adalah rasis ? Mungkin saja iya, namun menurut saya ada baiknya dalam hal ini kita berpikir lebih positif, dengan mencoba melihat dari sudut sisi yang lain

"Kalau seandainya Anda dalam posisi pemilik perusahaan, nilai tambah apa yang anda harapkan jika mempekerjakan orang asing yang notabene memiliki adat, budaya dan bahasa yang berbeda ?" Jadi kalau sama sekali tidak memiliki nilai tambah, pihak perusahaan tentu akan lebih memilih untuk mempekerjakan tenaga lokal bukan ? Kemudian kemungkinan terburuk seperti terjadi kasus atau tindak kriminal, tenaga lokal tentu akan lebih mudah diminta pertanggung jawaban alias tidak akan bisa lari jauh.

Persaingan Kerja Yang Sangat Ketat

Persaingan kerja di Jepang sangatlah ketat. Ah, di Indonesia juga ketat ! Ya, benar. Tanpa mengecilkan persaingan kerja di Indonesia perlu diketahui bahwa persaingan kerja di negara tersebut tidak hanya diikuti oleh orang Indonesia saja namun juga oleh pekerja negara lain serta oleh orang Jepang sendiri.

Mudah mudahan sekarang pembaca bisa paham, kenapa bahasa Jepang menjadi sangat penting. Walaupun anda adalah orang yang pintar tapi kalau ngomong gagap seperti anak kecil maka kemungkinan besar anda akan terlihat bodoh di depan orang lain atau si penerima kerja.

Namun sungguh merupakan suatu keutungan besar bagi tenaga kerja Indonesia karena memiliki jalur khusus yaitu pekerja magang dan perawat yang memilik "kuota" jauh lebih besar dibandingakan dengan negara lain. Bahkan khusus untuk tenaga perawat hanya bersaing dengan perawat dari negara Philipina saja.

Persiapan Mental dan Culture Shock

Dalam dunia kerja mereka hanya mengenal dua aturan yang sangat jelas yaitu pemberi kerja dan yang menerima kerja, atasan dan bawahan, jam kerja dan jam istirahat. Pekerja harus selalu terlihat sibuk atau menyibukkan diri. Pekerjaan harus dilakukan secepat mungkin. Ngelap meja atau membersihkan kaca jendela misalnya harus dilakukan dengan cepat bahkan dilombakan dan ada kejuaraan nasional segala. Jadi gaya alon alon asal kelakon dalam bidang pekerjaan nyaris tidak bisa dilakukan di negara tersebut.

"Ishi no ue sannen" atau tetap duduk bertahan di atas batu selama tiga tahun. Pribahasa yang sangat terkenal di negara tersebut. Dalam kondisi pekerjaan sesulit apapun jangan pernah menyerah dan harus tetap bertahan, tidak bergeming dan dinikmati minimal selama selama 3 tahun. Batu yang awalnya keras, dingin atau panas saat pertama kali diduduki akan terbiasa setelah 3 tahun. Nana korobi ya oki , 7 kali jatuh 8 kali bangun.

Penggambaran yang saya berikan diatas mungkin terlalu berlebihan, karena bagi sebagian orang yang sudah biasa bekerja keras tentu pekerjaan di Jepang akan terasa ringan dan biasa saja. Perbedaan budaya juga bukanlah masalah besar untuk sebagian orang namun sebaliknya bagi mereka yang belum terbiasa adalah merupakan Neraka.

Terganjal aturan hukum

Secara umum hampir bisa dikatakan bahwa aturan tenaga kerja di negara Jepang (berlaku juga di negara lain termasuk Indonesia) adalah sama sekali tidak mengijinkan tenaga kerja non skill untuk bekerja di negara tersebut. Jadi tanpa keahlian khusus, bekerja di negara Jepang adalah tidak mungkin. Apa yang dimaksud dengan keahlian khusus ? Keahlian yang tidak dimiliki atau tidak bisa dipenuhi oleh orang lokal.

Perkecualian untuk tenaga magang

Dari namanya sebetulnya sudah sangat jelas yaitu magang atau training, jadi mereka bukanlah datang untuk bekerja namun untuk mempelajari keahlian baru untuk nantinya bisa dipraktekkan di negara asalnya. Pekerja magang juga tidak menerima gaji sama sekali, tapi hanya menerima uang saku yang kalau dirupiahkan nilainya akan menjadi setara dengan gaji. Masa belajar ini memiliki masa waktu yaitu maksimal 3 tahun dan tidak bisa diperpanjang, jadi kalau masa magang habis, mau tidak mau mereka harus pulang ke tanah air.

Namun apakah benar mereka datang untuk belajar ? Teorinya, ya kurang lebih seperti itu, walaupun kenyataannya hampir bisa dikatakan mereka sepenuhnya adalah bekerja, sama kerasnya dengan pekerja lokal lainnya namun dengan gaji yang lebih rendah. Beberapa kalangan sering berpendapat bahwa magang hanyalah akal akalan sejumlah pihak untuk mendapatkan tenaga kerja murah serta menyiasati aturan tenaga kerja yang melarang tenaga kerja non skill.

Perkecualian untuk tenaga perawat

Tenaga perawat yang dikirim ke negara tersebut juga merupakan perkecualian. Kebijakan ini ditempuh karena kondisi yang sangat mendesak yaitu kurangnya tenaga kerja di bidang tersebut, jumlah penduduk usia tua yang sangat besar dan tidak sebanding dengan angka kelahiran atau angkatan usia kerja. Sistem kerjanya sepertinya sangat mirip dengan tenaga magang yaitu hanya sebatas 3 tahun saja. Namun memiliki satu kelebihan yang tidak dimiliki oleh pekerja magang yaitu bisa diperpanjang atau berubah status menjadi pekerja tetap kalau mampu lulus ujian negara keperawatan di negara tersebut. Usaha yang tidak mudah tentu saja karena dari sekian banyak tenaga perawat Indonesia yang sudah mencoba hanya 2 atau 3 orang saja yang mampu lulus.

Diskriminasi dan kendala status sebagai orang asing

Status sebagai orang asing di satu sisi kadang menguntungkan, namun di sisi lain apalagi dalam hal pekerjaan adalah sangat merugikan. Terlebih lagi karena berstatus tenaga kerja dari Asia, yang umumnya identik dengan kualitas dan skill yang rendah. Jangankan untuk pekerjaan permanent, untuk jenis pekerjaan paruh waktu-pun bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Secara hukum, diskriminasi menurut asal negara, antar orang Jepang dan orang asing adalah dilarang di negara tersebut. Dengan visa yang sah, orang asing juga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan di negara tersebut. Namun bagaimana dengan kenyataan di lapangan ? Tentu saja diskriminasi sama sekali tidak bisa dihindari. Apakah berarti orang Jepang adalah rasis ? Mungkin saja iya, namun menurut saya ada baiknya dalam hal ini kita berpikir lebih positif, dengan mencoba melihat dari sudut sisi yang lain

"Kalau seandainya Anda dalam posisi pemilik perusahaan, nilai tambah apa yang anda harapkan jika mempekerjakan orang asing yang notabene memiliki adat, budaya dan bahasa yang berbeda ?" Jadi kalau sama sekali tidak memiliki nilai tambah, pihak perusahaan tentu akan lebih memilih untuk mempekerjakan tenaga lokal bukan ? Kemudian kemungkinan terburuk seperti terjadi kasus atau tindak kriminal, tenaga lokal tentu akan lebih mudah diminta pertanggung jawaban alias tidak akan bisa lari jauh.

Persaingan Kerja Yang Sangat Ketat

Persaingan kerja di Jepang sangatlah ketat. Ah, di Indonesia juga ketat ! Ya, benar. Tanpa mengecilkan persaingan kerja di Indonesia perlu diketahui bahwa persaingan kerja di negara tersebut tidak hanya diikuti oleh orang Indonesia saja namun juga oleh pekerja negara lain serta oleh orang Jepang sendiri.

Mudah mudahan sekarang pembaca bisa paham, kenapa bahasa Jepang menjadi sangat penting. Walaupun anda adalah orang yang pintar tapi kalau ngomong gagap seperti anak kecil maka kemungkinan besar anda akan terlihat bodoh di depan orang lain atau si penerima kerja.

Namun sungguh merupakan suatu keutungan besar bagi tenaga kerja Indonesia karena memiliki jalur khusus yaitu pekerja magang dan perawat yang memilik "kuota" jauh lebih besar dibandingakan dengan negara lain. Bahkan khusus untuk tenaga perawat hanya bersaing dengan perawat dari negara Philipina saja.

Persiapan Mental dan Culture Shock

Anda pasti tahu arti kata Romusha bukan ? Yeah, kira kira seperti itulah situasi yang harus anda bayangkan kalau berniat bekerja di negara tersebut. Harus siap secara mental dan fisik. Budaya lain mungkin menyebutnya Kerja Rodi, namun bagi mereka mungkin menganggap itulah arti kerja yang sebenarnya. Bentakan dan kata kasar kalau salah adalah hal biasa dalam lingkungan kerja orang Jepang. Untuk pekerja kasar yang kurang beruntung karena mendapatkan pimpinan berdarah yakuza maka kadang ditambah dengan bonus tamparan. Bagi budaya kerja di Jepang, sekali lagi ini hal biasa dan sudah merupakan resiko pekerjaan. Benar atau salah kadang tidak penting. Yang namanya pekerja tetap saja salah. Tamparan kadang dianggap sebagai penanda atau pemacu semangat sedang bagi budaya bangsa lain mungkin adalah penghinaan.

Jadi bagi mereka yang menuntut pekerjaan manusiawi, maka Jepang sepertinya bukanlah tempatnya.

Dalam dunia kerja mereka hanya mengenal dua aturan yang sangat jelas yaitu pemberi kerja dan yang menerima kerja, atasan dan bawahan, jam kerja dan jam istirahat. Pekerja harus selalu terlihat sibuk atau menyibukkan diri. Pekerjaan harus dilakukan secepat mungkin. Ngelap meja atau membersihkan kaca jendela misalnya harus dilakukan dengan cepat bahkan dilombakan dan ada kejuaraan nasional segala. Jadi gaya alon alon asal kelakon dalam bidang pekerjaan nyaris tidak bisa dilakukan di negara tersebut.

"Ishi no ue sannen" atau tetap duduk bertahan di atas batu selama tiga tahun. Pribahasa yang sangat terkenal di negara tersebut. Dalam kondisi pekerjaan sesulit apapun jangan pernah menyerah dan harus tetap bertahan, tidak bergeming dan dinikmati minimal selama selama 3 tahun. Batu yang awalnya keras, dingin atau panas saat pertama kali diduduki akan terbiasa setelah 3 tahun. Nana korobi ya oki , 7 kali jatuh 8 kali bangun.

Penggambaran yang saya berikan diatas mungkin terlalu berlebihan, karena bagi sebagian orang yang sudah biasa bekerja keras tentu pekerjaan di Jepang akan terasa ringan dan biasa saja. Perbedaan budaya juga bukanlah masalah besar untuk sebagian orang namun sebaliknya bagi mereka yang belum terbiasa adalah merupakan Neraka. 

sumber:eonet.ne.jp

Info Magang Jepang Lainnya

    Comment
Nama
:
Email
:
Kategori
:  
Komentar
:
   

Chat Dengan Pakar:
errorHidup adalah bangun,bangun adalah hidup.Apakah hidup dan bangun itu sama??

  inspirasi
mutiara nasehat  MUTIARA NASEHAT
nasehat

..JALAN TIDAK SELALU LURUS... Ada tingkungan bernama Kegagalan... ada bundaran bernama Kebingungan... ada tanjakan bernama Teman... ada rambu-rambu bernama Keluarga... ada lampu merah bernama Musuh... ada lampu kuning bernama Peluang... Kita akan mengalami ban kempes dan pecah. Itulah hidup... T A P I ... jika kita membawa: ban SEREP bernama TEKAD... mesin bernama KETEKUNAN... asuransi bernama IMAN dan... Sampailah kita di daerah yang di sebut SUKSES dan BAHAGIA.... Dunia Akherat ... Salam Sukses,,

-:-----------------:-

  hot link
titik  HOT LINK
hot
  inspirasi
mutiara nasehat  COMMENT
nasehat

From : deny
Tanggal : 08 Sep 2009
Pesan : oce coy?? hehe gimana sudah ada yang pesen??hebat eung web nya?? mas buat juga jasa pembuatan website.

Banner dagangku